Keamanan dalam Jaringan GPRS




Abstrak
GPRS adalah jaringan yang paling umum digunakan di Indonesia untuk memperoleh akses internet kecepatan tinggi.

Dengan adanya jaringan GPRS pengguna dapat terhubung dengan jaringan internet dengan kecepatan tinggi pada perangkat bergerak (telepon seluar, PDA). Tidak berbeda dengan koneksi internet biasa, masalah keamanan data di GPRS menjadi topik bahasan tersendiri.

Hampir sebagian besar operator GSM telah meningkatkan layanan mereka dengan menambah layanan GPRS. Dengan layanan GPRS pengguna (subscriber) bisa terhubung ke internet.

Selain itu dengan adanya GPRS operator bisa menambah layanan MMS (Multimedia Messaging Service) yaitu layanan pengiriman data multimedia (suara/film) antar telepon selular.

GPRS yang termasuk dalam kelas 2.5 G adalah standard komunikasi data di jaringan GSM yang kecepatan transfernya mencapai 115 kbps. Dengan adanya GPRS ini jaringan GSM bisa memisah paket data kecepatan tinggi dengan suara.

Dengan adanya GPRS ini pengguna bisa terus terkoneksi ke internet. Pengguna tidak perlu dial up terus menerus ketika akan melakukan koneksi ke internet. Tagihan internet tidak berdasar lama waktu penggunaan internet namun berdasar banyaknya data yang dikirim/diterima.


Beberapa layanan yang berkembang dengan adanya jaringan GRPS ini antara lain:
MMS (Multimedia Messaging)
Traffic Monitoring
VOIP (Voice Over Internet Protocol)


Keamanan Jaringan GPRS
Ada 3 topik utama yang harus diperhatikan.

Confidentiality, berarti data-data dalam jaringan harus aman dari tangantangan yang tidak berhak. 

Integrity, berarti data-data yang melewati jaringan harus tetap dalam keadaan utuh dan mengandung informasi yang sesungguhnya seperti pada saat dikirimkan. 

Availablity, berarti data-data dalam jaringan harus bisa diakses oleh yang berhak tanpa tenggang waktu. Data tidak boleh terlambat atau malah tidak dapat diakses sama sekali.

Penyerangan
Ada dua kategori utama yang berpotensial untuk menjadi penyerang dalam keamanan jaringan GPRS yaitu penyerang dari luar dan penyerang dari dalam jaringan GPRS itu sendiri.

Penyerang luar : Cracker, Sub Kontraktor (Upgrade Jaringan), Rekanan (Support Jaringan GPRS : ISP), Pihak Keamanan (Pemerintah dgn aksi Jamming)

Penyerang dalam : sesama pengguna GPRS ataupun dari pihak operator GPRS sendiri. Dari pihak operator GPRS bisa berupa pekerja yang dengan sengaja membocorkan data-data ke pihak lain dengan motif tertentu (misalnya: ekonomi).

Teknik Penyerangan
Pencurian; pencurian di sini yang dimaksud adalah pencurian benda secara fisik seperti pencurian telepon selular, SIM Card, PDA, PC.

Jamming; seperti telah diterangkan di atas, jamming adalah aksi untuk mengacaukan sinyal GSM di suatu tempat.

DOS (Denial Of Service); teknik penyerangan ini bisa membuat jaringan GPRS tidak bisa diakses karena salah satu atau beberapa server yang diserang menjadi crash.

Eavesdropping; teknik ini adalah teknik untuk menyadap aliran data dalam jaringan GPRS.

Masalah Kemanan Pada GPRS
  • Keamanan yang berhubungan dengan MS (SIM Card, telepon selular, PDA, PC)
  • Keamanan jaringan antara MS dan SGSN. Ini termasuk keamanan sinyal diudara ketika terjadi komunikasi antara MS dan BSS
  • Keamanan jaringan GPRS backbone. Biasanya terjadi antara pada komunikasi antara SGSN dan GGSN.
  • Keamanan antara operator jaringan operator yang berbeda.
  • Keamanan antara GGSN dan jaringan luar (Internet).
  • Keamanan jaringan GPRS secara umum

Teknik Pengamanan dalam Jaringan GPRS
  • Keamanan MS: Keamanan MS di sini tentu saja adalah tanggung jawab pengguna jaringan GPRS.
  • Keamanan Fisik Jaringan GPRS: Keamanan fisik di sini adalah keamanan hardware-hardware yang terhubung ke jaringan GPRS, misalnya BTS dan server-server.
  • Firewall: Firewall berisi set-set aturan yang menentukan suatu data boleh lewat atau tidak.
  • Virtual Private Network (VPN): VPN adalah suatu teknik untuk membuat jalur komunikasi lebih aman dan privasi terjaga.

Comments

Popular Posts